Biograf Ibu Nyai Hj. Nafisah Ali Maksum Krapyak

  • Bagikan
Biograf Ibu Nyai Hj. Nafisah Ali Maksum Krapyak

Biograf – Ibu Nyai Hj. Nafisah Ali Maksum Krapyak memiliki perinsip yang sangat bijaksana, yaitu penampilan seseorang bisa dikatakan sebagai suatu hal yang penting. Khususnya bagi seorang wanita. Pepatah Jawa mengatakan “pakaian ajining raga saka bisana” kepribadian dan kehormatan seseorang itu tergantung dari caranya dia berpakaiannya.

Di bawah ini adalah struktur teks biografi tokoh wanita yang memperhatikan pada struktur teks biografi bagian orientasi berisi tauladan juga sosok yang senantiasa memberikan contoh para santri-santri di pesantren untuk menggunakan pakaian yang baik, rapi dan selalu menutup aurat.

Biografi Nyai Hj. Nafisah Ali Maksum

Berikut ini yang termasuk biografi berdasarkan sisi penulisnya, biografi Bu Nafis atau yang kita kenal dengan nama panjang Ibu Nyai Hj. Durroh Nafisah Ali Maksum pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Artikel biografi ini ditulis tim Tokoh Wanita secara rinci.

Kelahiran Nyai Hj. Durroh Nafisah Ali Maksum

Bu Nafis adalah nama panggilan yang kerap muncul dari para santri Pesantren Krapyak Yogyakarta. Nama lengkap beliau adalah Nyai Hj. Durroh Nafisah, lahir di Bantul, Yogyakarta pada tanggal 18 Agustus 1954.

Ayah beliau bernama KH. Ali Maksum, sedangkan sang ibu bernama Nyai Hj. Hashimah Munawwir Krapyak. Saat ini, beliau menjadi pengasuh di Pesantren Bait Tahfidz An-Nafisa Ali Maksum Krapyak Yogyakarta.

Sejak kecil, beliau mengaji dan menghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Setelah itu, beliau melanjutkan pendidikan agamanya di Pondok Pesantren Al-Hidayat Lasem. Selain mempelajari ilmu Al-Qur’an, beliau juga memperdalam belajar kitab kuning di Pondok Pesantren Kempek Cirebon.

Terdapat beberapa hal yang bisa dijadikan tauladan dari sosok Nyai Hj. Durroh Nafisah untuk para muslim, khususnya kaum wanita, yaitu sangat mencintai kebersihan.

Kepribadian Nyai Hj. Durroh Nafisah Ali Maksum

Nyai Hj. Durroh Nafisah adalah sosok ulama wanita yang sangat peduli dan mencintai kebersihan. Beliau juga tak segan-segan ikut melihat langsung hal-hal yang berkaitan dengan kebersihan para santri-santri beliau setiap hari.

Ibu Nyai Hj. Durroh Nafisah ini ahli dalam hal-hal di luar bidang agama, salah satunya pandai menyetir mobil sejak usia yang masih muda.

Nyai Hj. Durroh Nafisah tidak pernah bosan dalam memotivasi santri-santri untuk tidak pernah meninggalkan Al-Qur’an dimanapun berada. Beliau memiliki prinsip tidak perlu mengejar duniawi, tetapi ketika Al-Qur’an telah didahulukan, maka prestasi dan hal-hal duniawi lainnya juga akan mengiringinya.

Nyai Hj. Nafisah Ali Maksum Sebagai Figur Motivator

Bu Nyai Nafisah mendukung dan selalu memberi motivasi kepada santri-santri di pesantren dalam mengikuti berbagai kompetisi. Itu semua beliau lakukan sebagai cara untuk mengmbangkan potensi yang ada di dalam diri masing-masing santri.

Bahkan, ketika terdapat mahasiswa yang memohon ijin untuk mengikuti suatu kompetisi, baik itu berupa kompetisi akademik ataupun non akademik, beliau selalu memberikan izin.Tentunya dengan harapan agar para santri tidak hanya mampu mengaji al-Qur’an saja, namun menjadi santri yang serba bisa.

Nyai Hj. Nafisah Ali Maksum Peduli dengan Penampilan

Ibu Nyai Nafisah senantiasa selalu memberikan contoh para santri-santri di pesantren untuk menggunakan pakaian yang baik, rapi dan selalu menutup aurat. Mengenakan pakaian yang rapi dapat dilihat ketika beliau sedang membaca Al-Qur’an, para santri diwajibkan untuk menggunakan seragam agar terlihat rapi. Santri yang tidak memakai seragam biasanya dikenakan sanksi. Sanksi tersebut berupa murajaah pada jam-jam pengajian sedang berlangsung.

Nyai Hj. Nafisah Mencintai Keindahan dan Seni

Nyai Hj. Nafisah Ali Maksum Krapyak sering mengatakan bahwa “Tuhan itu indah dan mencintai keindahan”. Hal tersebut tercermin dari lingkungan tempat tinggal beliau yang sangat tertata rapi dan asri. Hal itu juga yang menjadi teladan untuk para santri-santrinya.

Beliau juga mengadakan kegiatan ekstrakurikuler angklung di kompleks pesantren. Hal tersebut memiliki tujuan agar para santri tidak hanya pandai mengaji, nmun juga mempelajari kesenian dan ikut serta melestarikan budaya nusantara.

Selektif dengan Perkembangan Zaman

Meneruskan maqalah dari sang ayah, KH. Ali Maksum “dadi santri iku ojo kaget ojo gumunan” yang artinya “Jadi murid jangan mudah kaget”, Ibu Nyai Nafisah pun mengingatkan dan mengajari santri-santrinya agar tidak mudah kaget dengan segala sesuatu yang baru.

Nyai Hj. Nafisah Ali Maksum Krapyak sering mengatakan bahwa santri juga harus berpikir terbuka, melihat perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang dinamis yang berdampak pada semua kalangan. Oleh karena itu, para santri harus bisa mengikuti arus perkembangan zaman.

Selain beberapa sifat yang ada di atas, masih banyak contoh lain yang bisa kita ambil dari Ibu Nyai Nafisah. Beliau juga mengajarkan, khususnya kepada para santri putri di pesantren Krapyak, pada umumnya santri harus memiliki kepribadian yang cerdas, terampil, dan trendi.

Cerdas di sini memiliki makna emosional, terampil dalam gesit. Sedangkan trendi di sini memiliki arti bersemangat melakukan hal-hal yang baik tanpa meninggalkan sisi keanggunan seorang perempuan, yaitu harus terus menjadi teladan yang baik bagi murid-muridnya, kalau bisa menjadi teladan yang baik untuk masyarakat umum.

Memanusiakan Manusia

Tak jarang Nyai Durroh Nafisah mempunyai teman-teman yaitu  wanita non muslim dan beliau selalu senantiasa menghormati semua orang di sekitarnya. Dengan demikian, setiap santri selalu merasa dekat dengan beliau.

Beliaulah Ibu Nyai Durroh Nafisah Ali Maksum, pengasuh Pesantren Krapyak Yogyakarta yang menjadi idola setiap santri dan perempuan, juga siapapun yang mengenalnya. Nyai Durroh Nafisah adalah sosok tokoh wanita yang menjadi idola santri-santri, khususnya santriwati yang mengenalnya. Wallahu A’lam.

Demikianlah biografi tentang Ibu Nyai Hj. Nafisah Ali Maksum, Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Semoga bermanfaat.

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *