Biografi Nyai Hj. Djamilah Ma’shum

  • Bagikan
Biografi Nyai Hj. Djamilah Ma’shum
Biografi Nyai Hj. Djamilah Ma’shum

Kelahiran Nyai Hj. Djamilah Ma’shum

TOKOHWANITA.CO.ID – Nyai Hj. Djamilah lahir pada tahun 1928. Beliau adalah putri kedua dari pasangan KH. Ma’shum Ali dan Nyai Hj. Khoiriyah Hasyim (putri pertama dari Hadratus Syaikh KH. M. Hasyim Asy’ari dan Nyai Hj. Nafiqoh binti Kyai Ilyas). Adik kandungnya adalah KH. Wahid Hasyim. Dengan demikian, Nyai Hj. Djamilah adalah adik sepupu dari K.H. Abdurrahman Wahid, Presiden RI keempat.

Nyai Hj. Djamilah Ma’shum Wafat

Nyai Hj. Djamilah Ma’shum berpulang ke rahmatullah pada Kamis tanggal18 Februari 1988.

Keluarga Nyai Hj. Djamilah Ma’shum

Nyai Hj. Djamilah dijadikan istri oleh KH. M. Noor Aziz, adik kandung KH. Masjkur (Mantan Menteri Agama pada tahun 1941) yang telah menyelesaikan masa tafaqquh fi al-diin di Pondok Pesantren Tebuireng. Selain itu, beliau juga menjabat sebagai hakim di pengadilan agama Pasuruan.

Dari pernikahan ini, Nyai Djamilah dan suaminya dikaruniai 6 putra dan putri, yaitu: Ali Faisal, Umar Faruq, Thariq Abdul Ghaffar, Tati Choiriyati, Luqman Hakim, dan Nur Laili Rahmah.

Kiprah Nyai Hj. Djamilah Ma’shum

Nyai Hj. Djamilah adalah seorang pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah “Khoiriyah Hasyim” dan juga menjabat sebagai Direktur Pondok dan Madrasah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Seblak Jombang (1969-1988). Saat ibunya, Nyai Hj. Khoiriyah Hasyim, membutuhkan perawatan intensif di RSI Surabaya, beliau mengambil alih kepengasuhan Pondok Seblak pada 30 Oktober 1969. Kunjungi biodata.co.id

Di bawah kepemimpinannya, Pondok Seblak mengalami pertumbuhan yang pesat, termasuk dalam hal kualitas pendidikan, sarana prasarana, pengelolaan pengembangan pendidikan, dan pengembangan minat bakat santri. Hal ini menghasilkan penambahan lokal madrasah, aliran listrik PLN, Pendirian panti asuhan “Al-Choiriyah” dan lain-lain.

Tidak dapat disangkal bahwa pengabdian dan perjuangan Nyai Djamilah Ma’shum diakui oleh dunia akademis internasional. Dalam tulisan Dr. Eka Sri Mulyani dalam disertasi di University of Technology Sydney Australia yang kemudian diterbitkan oleh Amsterdam University Press Belanda.

Selama kepemimpinannya (Nyai Hj. Djamilah Ma’shum), lokasi kampus pesantren diperluas. Sebagai putri dari Kiai Ma’shum Ali, ia mewarisi beberapa tanah di dalam kampus pesantren. Tanah tersebut digunakan untuk membangun beberapa bangunan lain di kompleks pesantren. Pada tahun 1979, pesantren terdaftar sebagai sebuah yayasan, yang disebut Yayasan Khoiriyah Hasyim (Yayasan Khoiriyah Hasyim). Sebagai organisasi payung, yayasan ini dinamakan menurut Nyai Khairiyah Hasyim”.

Pada tahun 1979, Yayasan Khoiriyah Hasyim didirikan dengan Nyai Djamilah sebagai penanggung jawab. Yayasan ini menaungi semua unit pendidikan yang ada di Pesantren Seblak. Sebagai seorang pengasuh, beliau selalu memantau santri di pondok, siswa di madrasah, serta guru dan karyawan.

Perjuangan beliau untuk pendidikan umat dilakukan dengan sungguh-sungguh dan konsisten hingga ia wafat pada Kamis, 18 Februari 1988.

Diolah dari website laduni.id

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *