Media sosial TikTok kembali dihebohkan dengan sebuah tren dan potongan video singkat yang dikenal dengan istilah "ayam geprek Jepang"
Lantas, apa sebenarnya yang ada di dalam video tersebut dan bagaimana awal mula istilah "ayam geprek Jepang" ini menjadi buah bibir? Berikut adalah penelusuran mengenai latar belakang serta fakta di balik video yang tengah viral ini.
Latar Belakang Kebohongan Tren "Ayam Geprek Jepang" di Media Sosial
Kehebohan ini bermula dari beredarnya sebuah video pendek berdurasi beberapa detik di TikTok yang memperlihatkan sepasang kekasih atau dua orang sedang duduk berhadapan menggunakan sumpit . Di samping mereka, tampak seporsi makanan yang diidentifikasikan sebagai ayam geprek .
Visual dalam video tersebut sekilas terlihat tidak biasa dan memicu spekulasi liar di kalangan pengguna internet. Sejumlah netizen menduga video tersebut direkam di Jepang, mengingat banyak pula kreator dari kalangan pekerja migran atau kenshusei asal Indonesia yang berada di sana .
Namun, durasi video yang beredar sangat singkat—hanya berputar dalam hitungan detik saja . Hal inilah yang kemudian memicu rasa penasaran berlebihan. Sejumlah oknum netizen di kolom komentar mengeklaim bahwa durasi asli dari video tersebut mencapai 19 menit , yang langsung memicu perburuan tautan atau link di berbagai platform media sosial.
Apa Isi Sebenarnya dari Video yang Beredar?
Berdasarkan pengamatan terhadap berbagai unggahan dan reaksi di TikTok, video yang diklaim berdurasi 19 menit tersebut sebenarnya hanyalah bentuk tren candaan, meme, atau pemanfaatan situasi (fakesituation) belaka yang dibumbui oleh rasa penasaran berlebihan warganet .
Banyak kreator konten yang memanfaatkan tagar dan tren "ayam geprek Jepang" sekadar untuk mengikuti algoritma FYP, membuat lelucon (komedi), atau mengunggah ulang klip pendek dengan suntingan aplikasi seperti CapCut . Adegan yang tampak di dalam video pada dasarnya hanyalah aktivitas harian biasa atau aktivitas makan yang dikaitkan dengan narasi sensasional demi menarik perhatian penonton .
Tidak sedikit pula warganet yang menyayangkan maraknya perburuan tautan tidak jelas karena dikhawatirkan dapat menjurus pada penyebaran konten negatif, pelanggaran privasi, atau modus penipuan phishing yang kerap menyertai tren-tren viral instan di internet.
Imbauan dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Menghadapi konten-konten viral yang menjanjikan video berdurasi panjang dengan embel-embel tautan tertentu, para pengguna media sosial diimbau untuk lebih bijak. Beberapa akun komunitas di TikTok bahkan secara terbuka mengingatkan warganet agar menghentikan kebiasaan menyebarkan atau mencari tautan mentah demi menghormati privasi pihak-pihak yang mungkin dirugikan oleh narasi keliru di dunia maya .
Fenomena ini menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah klip berdurasi sangat pendek dapat berubah menjadi bola liar di internet akibat rasa penasaran yang digoreng dengan klaim durasi fantastis seperti "19 menit".
Kesimpulan
Video "ayam geprek viral Jepang 19 menit" yang ramai diperbincangkan di TikTok pada dasarnya bukanlah sebuah tayangan khusus yang substansial, melainkan potongan video pendek berdurasi beberapa detik yang dibesar-besarkan oleh klaim warganet . Narasi durasi 19 menit tersebut tidak terbukti kebenarannya secara objektif dan lebih banyak dimanfaatkan sebagai tren candaan serta konten fiktif semata di kalangan pengguna media sosial. Pembaca disarankan untuk tetap bijak, tidak mudah terpancing oleh judul sensasional, serta menghindari penyebaran tautan yang tidak jelas sumbernya.
