Tokoh Wanita | 100 Nama Pahlawan Indonesia dan Fotonya | Membicarakan 100 nama pahlawan Indonesia bukan sekadar menyusun daftar nama yang pernah muncul dalam buku sejarah. Di balik setiap nama terdapat cerita tentang perang, pendidikan, diplomasi, agama, politik, pers, ilmu pengetahuan, kebudayaan, hingga pengorbanan yang ikut membentuk Indonesia.
Ada pahlawan yang mengangkat senjata melawan kolonialisme. Ada pula yang memilih jalan pendidikan, menulis di surat kabar, membangun organisasi, merumuskan dasar negara, memperjuangkan diplomasi, merawat kesehatan masyarakat, atau mempertahankan kemerdekaan melalui jalur politik.
Karena itu, istilah pahlawan Indonesia jauh lebih luas daripada gambaran seorang pejuang yang berada di medan perang.
Artikel ini memuat 100 nama Pahlawan Nasional Indonesia beserta profil singkat, daerah yang berkaitan dengan perjuangannya, bidang pengabdian, serta alasan mengapa nama mereka penting dalam sejarah Indonesia.
Catatan: daftar ini merupakan pilihan 100 tokoh dari total 216 Pahlawan Nasional yang umum dirujuk setelah penganugerahan 10 tokoh baru pada 2025. Urutan dibuat untuk memudahkan pembaca, bukan sebagai urutan tingkat kepahlawanan.
Berapa jumlah Pahlawan Nasional Indonesia?
Hingga setelah penganugerahan gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2025, Indonesia memiliki 216 Pahlawan Nasional yang umum dirujuk.
Pada 2025, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar tersebut kepada 10 tokoh, yakni K.H. Abdurrahman Wahid, Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto, Marsinah, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, Rahmah El Yunusiyah, Jenderal TNI (Purn.) Sarwo Edhie Wibowo, Sultan Muhammad Salahuddin, Syaikhona Muhammad Kholil, Tuan Rondahaim Saragih, dan Zainal Abidin Syah.
Penetapan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116/TK/Tahun 2025 tanggal 6 November 2025.
Dengan demikian, pencarian seperti “nama-nama pahlawan Indonesia”, “100 nama pahlawan nasional”, “daftar pahlawan nasional Indonesia”, dan “pahlawan Indonesia beserta fotonya” sebenarnya mengarah pada daftar yang lebih besar dari 100 tokoh.
100 nama Pahlawan Nasional Indonesia
Berikut 100 nama yang dapat menjadi rujukan awal untuk mengenal Pahlawan Nasional Indonesia.
1. Abdul Chalim
Abdul Chalim merupakan ulama dan tokoh perjuangan dari Majalengka. Kiprahnya berkaitan dengan pendidikan, dakwah, perjuangan kebangsaan, dan perkembangan awal Nahdlatul Ulama.
Namanya memperlihatkan bahwa perjuangan kemerdekaan tidak hanya berlangsung melalui pertempuran bersenjata, tetapi juga melalui pendidikan dan penguatan masyarakat.
2. Abdul Halim Majalengka
Abdul Halim adalah ulama dan tokoh pergerakan dari Majalengka yang aktif dalam perjuangan kebangsaan.
Ia dikenal melalui kiprahnya dalam pendidikan, pembaruan sosial-keagamaan, serta keterlibatannya dalam kehidupan politik pada masa perjuangan Indonesia.
3. Abdul Haris Nasution
Jenderal Abdul Haris Nasution merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah militer Indonesia.
Ia berperan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, pembangunan Angkatan Darat, serta pengembangan pemikiran strategi militer Indonesia.
4. Abdul Kadir
Abdul Kadir merupakan tokoh dari Kalimantan Barat yang dikenal karena perlawanan terhadap kolonialisme.
Perjuangannya berkaitan dengan wilayah Melawi dan upaya mempertahankan kepentingan masyarakat setempat dari kekuasaan kolonial.
5. Abdul Kahar Mudzakkir
Abdul Kahar Mudzakkir merupakan tokoh pendidikan dan pergerakan Islam.
Ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam perkembangan pendidikan Islam dan merupakan rektor pertama Universitas Islam Indonesia.
6. Buya Hamka
Abdul Malik Karim Amrullah atau Buya Hamka adalah ulama, sastrawan, wartawan, pendidik, dan pemikir yang pengaruhnya melampaui bidang keagamaan.
Hamka dikenal melalui karya sastra, tulisan jurnalistik, dakwah, serta kiprahnya di Muhammadiyah. Ia juga menjadi ketua pertama Majelis Ulama Indonesia.
7. Abdul Muis
Abdul Muis dikenal sebagai sastrawan, jurnalis, dan aktivis politik.
Tulisan serta aktivitas politiknya ikut membangun kesadaran kebangsaan pada masa pergerakan. Ia juga dikenal melalui karya sastra yang menjadi bagian dari sejarah awal kesusastraan Indonesia.
8. Abdulrachman Saleh
Abdulrachman Saleh adalah dokter, ilmuwan, sekaligus salah satu perintis kekuatan udara Republik Indonesia.
Ia gugur pada 1947 ketika menjalankan misi kemanusiaan. Namanya kemudian menjadi bagian penting dari sejarah awal Angkatan Udara Republik Indonesia.
9. Abdul Wahab Hasbullah
K.H. Abdul Wahab Hasbullah merupakan ulama dan salah satu tokoh penting pendiri Nahdlatul Ulama.
Perjuangannya menghubungkan pendidikan pesantren, dakwah, organisasi, dan semangat kebangsaan. Ia juga dikenal sebagai tokoh yang kuat dalam membangun kesadaran cinta tanah air.
10. Andi Abdullah Bau Massepe
Andi Abdullah Bau Massepe adalah pejuang asal Sulawesi Selatan dari lingkungan bangsawan Bugis.
Ia memimpin perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Sulawesi Selatan pada masa revolusi dan menjadi salah satu tokoh penting perjuangan di Indonesia timur.
11. Abdurrahman Baswedan
Abdurrahman Baswedan adalah jurnalis, diplomat, dan aktivis kebangsaan.
Ia berperan dalam memperjuangkan persatuan masyarakat Indonesia dan menggunakan jalur diplomasi untuk memperkuat posisi Republik Indonesia.
12. K.H. Abdurrahman Wahid
K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur merupakan Presiden keempat Republik Indonesia, ulama, cendekiawan, dan tokoh yang dikenal dengan perjuangan kemanusiaan, demokrasi, toleransi, dan pluralisme.
Pada 2025, Gus Dur resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.
13. Achmad Soebardjo
Achmad Soebardjo merupakan tokoh pergerakan, diplomat, dan salah satu figur penting menjelang Proklamasi Kemerdekaan.
Ia terlibat dalam diplomasi dan pemerintahan awal Republik Indonesia serta berperan dalam perjuangan mendapatkan pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia.
14. Adam Malik
Adam Malik dikenal sebagai jurnalis, diplomat, pejuang kemerdekaan, dan Wakil Presiden ketiga Republik Indonesia.
Kariernya banyak berkaitan dengan diplomasi dan politik luar negeri Indonesia.
15. Adnan Kapau Gani
Adnan Kapau Gani adalah dokter, pejuang, dan politikus dari Sumatra Selatan.
Pada masa revolusi, ia ikut mendukung perjuangan Republik melalui jaringan politik dan logistik serta kemudian terlibat dalam pemerintahan.
16. Nyi Ageng Serang
Nyi Ageng Serang merupakan salah satu tokoh pejuang perempuan dari Jawa.
Dalam usia lanjut, ia tetap terlibat dalam perjuangan melawan Belanda dan dikenal karena keberanian serta kemampuan strategi dalam mendukung Perang Jawa.
17. Agus Salim
Haji Agus Salim merupakan ulama, diplomat, jurnalis, dan tokoh pergerakan nasional.
Kemampuan diplomasi serta penguasaan berbagai bahasa menjadikannya salah satu figur penting dalam perjuangan politik dan diplomasi Indonesia.
18. Agustinus Adisutjipto
Agustinus Adisutjipto merupakan salah satu perintis Angkatan Udara Republik Indonesia.
Ia gugur dalam misi penerbangan pada 1947. Namanya kemudian diabadikan sebagai nama Bandar Udara Adisutjipto di Yogyakarta.
19. Ahmad Dahlan
K.H. Ahmad Dahlan adalah pendiri Muhammadiyah.
Perjuangannya terutama bergerak melalui pendidikan, dakwah, pelayanan sosial, dan pembaruan pemikiran keagamaan. Ia mendorong model pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan dan agama.
20. Ahmad Hanafiah
K.H. Ahmad Hanafiah merupakan ulama dan pejuang kemerdekaan dari Lampung.
Ia terlibat dalam perjuangan bersenjata dan organisasi Hizbullah serta menjadi salah satu tokoh penting dalam perlawanan rakyat Lampung.
21. Ahmad Rifa’i
K.H. Ahmad Rifa’i dikenal sebagai ulama, pemikir, dan penulis yang kritis terhadap kolonialisme.
Melalui pendidikan dan karya keagamaan, ia membangun kesadaran masyarakat agar memiliki sikap mandiri dan berani menghadapi penindasan.
22. Ahmad Sanusi
K.H. Ahmad Sanusi adalah ulama, pendidik, dan tokoh pergerakan dari Jawa Barat.
Ia terlibat dalam kehidupan kebangsaan dan pernah menjadi anggota BPUPKI. Perjuangannya juga berkaitan dengan pendidikan serta pemikiran keislaman.
23. Ahmad Yani
Jenderal Ahmad Yani merupakan salah satu tokoh penting Angkatan Darat Indonesia.
Ia gugur dalam peristiwa 30 September 1965 dan kemudian dikenang sebagai salah satu Pahlawan Nasional dari kalangan militer.
24. Sultan Aji Muhammad Idris
Sultan Aji Muhammad Idris merupakan Sultan Kutai Kartanegara yang dikenang karena perjuangannya melawan VOC.
Ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 2021 bersama tiga tokoh lainnya.
25. Alexander Andries Maramis
A.A. Maramis adalah tokoh pergerakan, anggota BPUPKI, diplomat, dan Menteri Keuangan.
Ia ikut berperan dalam pembentukan dasar negara serta pemerintahan Indonesia pada masa awal kemerdekaan.
26. Alimin
Alimin merupakan tokoh pergerakan yang terlibat dalam sejarah politik Indonesia pada masa kolonial.
Riwayat perjuangannya memperlihatkan kompleksitas gerakan politik sebelum kemerdekaan dan dinamika berbagai gagasan yang berkembang di kalangan pergerakan.
27. Amir Hamzah
Tengku Amir Hamzah merupakan salah satu penyair besar Indonesia.
Selain dikenal melalui karya sastra, ia juga berasal dari lingkungan bangsawan Melayu dan terlibat dalam gerakan kebangsaan. Karyanya menjadi bagian penting perkembangan sastra Indonesia.
28. Andi Depu
Andi Depu merupakan pejuang dari Mandar, Sulawesi Barat.
Ia dikenal karena keberaniannya mempertahankan pengibaran Merah Putih pada masa pendudukan Jepang dan menjadi salah satu simbol perjuangan perempuan di wilayah Indonesia timur.
29. Pangeran Antasari
Pangeran Antasari merupakan tokoh utama Perang Banjar di Kalimantan.
Ia memimpin perlawanan terhadap Belanda dan dikenang sebagai pemimpin yang gigih mempertahankan kedaulatan masyarakat Banjar.
30. Raden Aria Wangsakara
Raden Aria Wangsakara merupakan ulama dan pejuang yang berperan dalam pertahanan masyarakat Tangerang pada masa kolonial.
Ia dikenal karena perjuangan mempertahankan masyarakat dari tekanan kekuatan kolonial.
31. Arie Frederik Lasut
Arie Frederik Lasut adalah geolog dan pendidik.
Ia berkontribusi dalam perkembangan ilmu kebumian Indonesia dan gugur setelah ditangkap Belanda pada masa revolusi.
32. Arnold Mononutu
Arnold Mononutu adalah tokoh nasionalis, politikus, dan Menteri Penerangan.
Ia aktif dalam perjuangan kemerdekaan serta pembentukan pemerintahan Republik, terutama dalam konteks Indonesia bagian timur.
33. As’ad Syamsul Arifin
K.H. As’ad Syamsul Arifin merupakan ulama dan tokoh Nahdlatul Ulama.
Perjuangannya berkaitan dengan pesantren, pendidikan, dakwah, serta perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
34. Sultan Baabullah
Sultan Baabullah merupakan Sultan Ternate yang memimpin perlawanan terhadap Portugis pada abad ke-16.
Ia menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah perlawanan terhadap kekuatan asing di Maluku.
35. Bagindo Azizchan
Bagindo Azizchan merupakan Wali Kota Padang yang gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Ia dikenang sebagai pemimpin daerah yang tetap berada di tengah masyarakat ketika konflik revolusi berlangsung.
36. Bataha Santiago
Bataha Santiago merupakan Raja Manganitu di Kepulauan Sangihe.
Ia memimpin perlawanan terhadap kekuatan kolonial dan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 2023.
37. Basuki Rahmat
Jenderal Basuki Rahmat merupakan tokoh militer dan politik yang berperan dalam sejarah Indonesia pada masa transisi politik 1960-an.
Namanya juga sering dibahas dalam konteks sejarah lahirnya Supersemar.
38. Bernard Wilhelm Lapian
Bernard Wilhelm Lapian adalah tokoh nasionalis dan pemimpin masyarakat Sulawesi.
Ia memperjuangkan kemerdekaan serta integrasi wilayah dan kemudian berperan dalam pemerintahan Republik di kawasan Indonesia timur.
39. Teungku Chik di Tiro
Teungku Chik di Tiro merupakan ulama dan pemimpin gerilya Aceh.
Ia memimpin perlawanan terhadap Belanda dalam Perang Aceh dan menjadi simbol keberanian masyarakat Aceh menghadapi kolonialisme.
40. Tjilik Riwut
Tjilik Riwut merupakan pejuang, penerjun, politikus, dan tokoh pembangunan Kalimantan Tengah.
Ia terlibat dalam perjuangan integrasi wilayah Kalimantan sekaligus memiliki perhatian besar terhadap masyarakat dan kebudayaan Dayak.
Pahlawan pergerakan dan kemerdekaan
41. Tjipto Mangoenkoesoemo
Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo merupakan dokter dan tokoh pergerakan yang bersama Ki Hajar Dewantara serta Douwes Dekker dikenal sebagai Tiga Serangkai.
Ia aktif menyuarakan kritik terhadap kolonialisme dan memperjuangkan persamaan hak.
42. H.O.S. Tjokroaminoto
H.O.S. Tjokroaminoto merupakan pemimpin Sarekat Islam yang mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan nasionalisme Indonesia.
Rumah dan lingkaran pendidikannya juga berkaitan dengan sejumlah tokoh yang kelak memainkan peran besar dalam sejarah Indonesia.
43. Ernest Douwes Dekker
Ernest Douwes Dekker, yang kemudian dikenal sebagai Danudirja Setiabudi, merupakan jurnalis dan aktivis pergerakan.
Bersama Ki Hajar Dewantara dan Tjipto Mangoenkoesoemo, ia menjadi bagian dari Tiga Serangkai.
44. Depati Amir
Depati Amir merupakan pejuang dari Bangka yang memimpin perlawanan terhadap Belanda.
Perjuangannya menjadi bagian dari sejarah panjang perlawanan masyarakat Bangka terhadap kolonialisme.
45. Dewi Sartika
Dewi Sartika merupakan pelopor pendidikan perempuan dari Jawa Barat.
Ia mendirikan sekolah yang memberi kesempatan kepada anak perempuan untuk memperoleh pendidikan, keterampilan, dan pengetahuan.
46. Cut Nyak Dhien
Cut Nyak Dhien merupakan salah satu tokoh paling terkenal dari Perang Aceh.
Setelah gugurnya Teuku Umar, ia tetap melanjutkan perjuangan gerilya melawan Belanda meskipun berada dalam kondisi yang sangat berat.
47. Pangeran Diponegoro
Pangeran Diponegoro memimpin Perang Jawa pada 1825–1830.
Perang tersebut menjadi salah satu perlawanan terbesar terhadap Belanda di Jawa. Strategi gerilya dan dukungan rakyat menjadi kekuatan utama perjuangannya.
48. Djatikoesoemo
Djatikoesoemo merupakan perwira TNI dan diplomat.
Ia berperan dalam penguatan organisasi militer pada masa awal Republik dan kemudian menjalankan tugas diplomatik untuk Indonesia.
49. Donald Izacus Panjaitan
Brigjen D.I. Panjaitan merupakan perwira Angkatan Darat yang gugur dalam peristiwa 30 September 1965.
Sebelumnya, ia telah terlibat dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan pembangunan organisasi pertahanan Republik.
50. Eddy Martadinata
Laksamana R.E. Martadinata merupakan salah satu tokoh penting pembangunan kekuatan maritim Indonesia.
Ia terlibat dalam perjuangan revolusi, pengembangan Angkatan Laut, serta hubungan internasional sebelum wafat dalam kecelakaan helikopter pada 1966.
51. Fakhruddin
K.H. Fakhruddin merupakan ulama dan tokoh Muhammadiyah.
Perjuangannya mencakup pendidikan, aktivitas sosial, dan kepentingan masyarakat pada masa kolonial.
52. Fatmawati
Fatmawati dikenal luas sebagai sosok yang menjahit bendera Merah Putih yang dikibarkan pada Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Selain perannya dalam sejarah proklamasi, Fatmawati juga aktif dalam kegiatan sosial dan kehidupan masyarakat.
53. Ferdinand Lumban Tobing
Ferdinand Lumban Tobing adalah dokter dan politikus yang aktif dalam perjuangan kemerdekaan serta pemerintahan Republik.
Latar belakang kedokterannya membuat pengabdiannya juga berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat.
54. Frans Kaisiepo
Frans Kaisiepo merupakan salah satu tokoh penting sejarah Papua dan perjuangan integrasi Papua dengan Indonesia.
Ia aktif dalam politik dan pemerintahan serta dikenang sebagai simbol nasionalisme Indonesia di Tanah Papua.
55. Gatot Mangkupraja
Gatot Mangkupraja merupakan tokoh pergerakan yang berkaitan dengan gagasan pembentukan organisasi Pembela Tanah Air atau PETA.
Peran tersebut menjadi salah satu bagian dari sejarah pembentukan kekuatan pertahanan yang kemudian berpengaruh terhadap perkembangan militer Indonesia.
56. Gatot Subroto
Jenderal Gatot Subroto merupakan salah satu tokoh penting pembangunan Angkatan Darat.
Ia dikenal karena perannya dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan pembinaan organisasi serta prajurit Republik.
57. Halim Perdanakusuma
Halim Perdanakusuma merupakan perintis Angkatan Udara Republik Indonesia.
Ia gugur ketika menjalankan misi pada masa revolusi dan kemudian dikenang sebagai salah satu tokoh penting sejarah penerbangan militer Indonesia.
58. Hamengkubuwono I
Sultan Hamengkubuwono I merupakan pendiri Kesultanan Yogyakarta.
Ia memiliki peran penting dalam sejarah politik Jawa dan dikenal karena perjuangan serta kemampuannya membangun pusat pemerintahan Yogyakarta.
59. Hamengkubuwono IX
Sri Sultan Hamengkubuwono IX merupakan tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan Indonesia.
Ia mendukung Republik, pernah menjadi Wakil Presiden kedua, serta memiliki peran besar dalam perkembangan Gerakan Pramuka Indonesia.
60. Harun Bin Said
Harun Bin Said merupakan salah satu tokoh yang terlibat dalam Konfrontasi Indonesia–Malaysia.
Ia menjalankan misi di Singapura dan kemudian dihukum mati oleh pemerintah Singapura. Bersama Usman Janatin, namanya dikenang sebagai Pahlawan Nasional.
61. Hasan Basry
Hasan Basry merupakan komandan perjuangan dari Kalimantan Selatan.
Ia berperan dalam mempertahankan kemerdekaan dan memperjuangkan integrasi Kalimantan ke dalam Republik Indonesia.
62. Sultan Hasanuddin
Sultan Hasanuddin merupakan Sultan Gowa yang memimpin perlawanan terhadap VOC pada abad ke-17.
Kegigihannya mempertahankan kedaulatan Gowa membuatnya dikenal sebagai salah satu pemimpin perlawanan paling terkenal dalam sejarah Nusantara.
63. K.H. Hasyim Asy’ari
K.H. Hasyim Asy’ari merupakan ulama pendiri Nahdlatul Ulama dan salah satu tokoh penting sejarah pesantren Indonesia.
Ia berperan besar dalam pendidikan keagamaan dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Seruannya untuk mempertahankan tanah air kemudian menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan santri.
64. Hazairin
Prof. Hazairin merupakan ahli hukum, akademisi, dan politikus.
Ia berkontribusi dalam perkembangan hukum Indonesia dan dikenal sebagai salah satu pemikir hukum Islam serta hukum nasional.
65. Herman Johannes
Prof. Herman Johannes merupakan insinyur dan akademisi yang berkontribusi dalam bidang teknologi dan pendidikan.
Ia juga berperan dalam perkembangan Universitas Gadjah Mada dan pembangunan ilmu pengetahuan Indonesia.
66. Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi
Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi merupakan tokoh Kesultanan Buton yang memimpin perlawanan terhadap kekuatan kolonial.
Ia dikenang karena perjuangannya mempertahankan kedaulatan Buton.
67. Ida Anak Agung Gde Agung
Ida Anak Agung Gde Agung merupakan tokoh politik, diplomat, dan sejarawan Bali.
Ia berperan dalam perjuangan kemerdekaan dan pemerintahan serta ikut memperkuat hubungan diplomatik Indonesia.
68. Ida Dewa Agung Jambe
Ida Dewa Agung Jambe merupakan Raja Klungkung yang gugur dalam perlawanan terhadap Belanda.
Ia menjadi simbol keberanian masyarakat Bali dalam mempertahankan kehormatan dan kedaulatan wilayah.
69. Idham Chalid
K.H. Idham Chalid merupakan ulama dan politikus Nahdlatul Ulama.
Ia pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri serta Ketua DPR/MPR dan memainkan peran penting dalam politik nasional serta kehidupan sosial-keagamaan.
70. Ilyas Ya’kub
Ilyas Ya’kub merupakan ulama, aktivis kemerdekaan, dan politikus dari Sumatra Barat.
Ia terlibat dalam perjuangan melawan kolonialisme dan berperan dalam pendidikan serta pembentukan kesadaran kebangsaan.
71. Radin Inten II
Radin Inten II merupakan pemimpin perlawanan rakyat Lampung terhadap Belanda.
Ia memimpin perjuangan bersenjata untuk mempertahankan wilayah Lampung pada abad ke-19.
72. Iskandar Muda
Sultan Iskandar Muda merupakan salah satu penguasa terbesar Kesultanan Aceh.
Pada masa pemerintahannya, Aceh mengalami perkembangan dalam pemerintahan, perdagangan, militer, dan pengaruh politik di kawasan Sumatra.
73. Ismail Marzuki
Ismail Marzuki merupakan komponis yang karya-karyanya sangat erat dengan semangat kebangsaan.
Lagu-lagu ciptaannya membantu membangkitkan semangat nasionalisme dan menjadi bagian dari warisan musik Indonesia.
74. Iswahyudi
Iswahyudi merupakan salah satu perintis Angkatan Udara Republik Indonesia.
Ia gugur dalam perjuangan pada masa revolusi dan dikenang karena jasanya dalam membangun kemampuan pertahanan udara Indonesia.
75. Iwa Kusumasumantri
Iwa Kusumasumantri merupakan ahli hukum, politikus, dan aktivis kemerdekaan.
Ia aktif dalam perjuangan politik sejak masa kolonial dan kemudian menjalankan sejumlah tugas pemerintahan Republik Indonesia.
76. Izaak Huru Doko
Izaak Huru Doko merupakan tokoh pendidikan dan pergerakan dari Nusa Tenggara Timur.
Ia berperan dalam perjuangan kebangsaan, pendidikan, serta pembangunan masyarakat di kawasan Indonesia timur.
77. Jamin Ginting
Jamin Ginting merupakan perwira dan pejuang kemerdekaan dari Tanah Karo.
Ia terlibat dalam perjuangan melawan Belanda di Sumatra Utara dan kemudian mengabdi dalam pembangunan Angkatan Darat.
78. Usman Janatin
Usman Janatin merupakan prajurit Indonesia yang menjalankan misi dalam Konfrontasi Indonesia–Malaysia.
Ia dihukum mati di Singapura dan kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional bersama Harun Said.
79. Andi Jemma
Andi Jemma merupakan bangsawan dan pejuang dari Sulawesi Selatan.
Ia memimpin perjuangan melawan Belanda pada masa revolusi serta berperan dalam mempertahankan kemerdekaan dan integrasi wilayah Indonesia.
80. Johannes Abraham Dimara
Johannes Abraham Dimara merupakan tokoh perjuangan dari Papua.
Ia terlibat dalam perjuangan integrasi Papua dengan Indonesia, baik melalui kegiatan politik maupun operasi perjuangan.
Pahlawan bidang pendidikan, hukum dan kesehatan
81. Johannes Leimena
Dr. Johannes Leimena merupakan dokter dan politikus yang pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan.
Ia dikenal karena kontribusinya terhadap pembangunan sistem kesehatan masyarakat dan pemerintahan Republik Indonesia.
82. Djuanda Kartawidjaja
Ir. Djuanda Kartawidjaja merupakan negarawan dan perdana menteri terakhir Indonesia.
Namanya sangat erat dengan Deklarasi Djuanda 1957, yang menjadi tonggak penting dalam perjuangan Indonesia menegaskan konsep negara kepulauan dan kedaulatan wilayah laut.
83. Karel Satsuit Tubun
Karel Satsuit Tubun merupakan Brigadir Polisi yang gugur dalam peristiwa 30 September 1965.
Ia dikenang karena pengabdiannya dalam kepolisian dan pengorbanannya ketika menjalankan tugas.
84. R.A. Kartini
Raden Ajeng Kartini merupakan tokoh yang sangat penting dalam sejarah pendidikan dan emansipasi perempuan Indonesia.
Gagasan Kartini tentang pendidikan dan kemajuan perempuan dikenal luas melalui surat-suratnya yang kemudian dihimpun dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang.
85. Ignatius Joseph Kasimo
Ignatius Joseph Kasimo merupakan tokoh pergerakan dan politikus yang aktif memperjuangkan kemerdekaan serta kehidupan demokratis.
Ia menjadi salah satu tokoh penting Partai Katolik dan dikenal dengan gagasan persatuan dalam keberagaman.
86. Kasman Singodimedjo
Kasman Singodimedjo merupakan pejuang, jaksa, dan tokoh pergerakan.
Ia pernah memimpin KNIP dan berperan dalam pembentukan negara pada masa awal kemerdekaan.
87. Katamso Darmokusumo
Brigjen Katamso Darmokusumo merupakan perwira Angkatan Darat yang gugur pada peristiwa 30 September 1965.
Sebelum itu, ia terlibat dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan berbagai penugasan militer.
88. I Gusti Ketut Jelantik
I Gusti Ketut Jelantik merupakan pemimpin perlawanan Bali terhadap Belanda.
Namanya berkaitan erat dengan perjuangan masyarakat Bali mempertahankan wilayah dan kehormatan pada abad ke-19.
89. I Gusti Ketut Pudja
I Gusti Ketut Pudja merupakan tokoh pemerintahan dan pejuang kemerdekaan yang menjadi gubernur pertama Bali.
Ia berperan dalam membangun pemerintahan Republik dan memperkuat integrasi Bali dengan Indonesia.
90. Ki Bagus Hadikusumo
Ki Bagus Hadikusumo merupakan ulama, tokoh Muhammadiyah, dan aktivis kemerdekaan.
Ia terlibat dalam BPUPKI dan pembahasan dasar negara serta memiliki pengaruh dalam kehidupan pendidikan dan sosial-keagamaan.
91. Ki Hajar Dewantara
Ki Hajar Dewantara merupakan tokoh yang sangat erat dengan sejarah pendidikan Indonesia.
Pendiri Taman Siswa tersebut memperjuangkan pendidikan bagi masyarakat pribumi dan mengembangkan gagasan pendidikan yang memerdekakan manusia.
92. Ki Sarmidi Mangunsarkoro
Ki Sarmidi Mangunsarkoro merupakan pendidik dan tokoh pergerakan yang aktif dalam Taman Siswa.
Ia juga pernah menjadi Menteri Pendidikan dan Pengajaran Republik Indonesia.
93. Kiras Bangun
Kiras Bangun merupakan pejuang dari Tanah Karo.
Ia memimpin perlawanan terhadap Belanda dan mengorganisasi masyarakat untuk mempertahankan wilayah serta menolak kekuasaan kolonial.
94. Kusumah Atmaja
Prof. Dr. Kusumah Atmaja merupakan ahli hukum dan Ketua Mahkamah Agung pertama Republik Indonesia.
Ia berperan dalam membangun fondasi lembaga peradilan dan sistem hukum Indonesia pada masa awal kemerdekaan.
95. La Maddukelleng
La Maddukelleng merupakan bangsawan dan pemimpin dari Sulawesi yang melakukan perlawanan terhadap kekuatan kolonial.
Perjuangannya berkaitan dengan Kerajaan Wajo dan upaya mempertahankan kedaulatan masyarakat setempat.
96. Lafran Pane
Lafran Pane merupakan pendidik dan tokoh mahasiswa yang dikenal sebagai pendiri Himpunan Mahasiswa Islam.
Ia memperjuangkan pendidikan, keislaman, dan kebangsaan serta memberi pengaruh besar terhadap perkembangan gerakan mahasiswa Indonesia.
97. Lambertus Nicodemus Palar
L.N. Palar merupakan diplomat dan tokoh pergerakan yang berperan dalam memperjuangkan pengakuan internasional terhadap kemerdekaan Indonesia.
Ia menjadi salah satu diplomat penting Republik ketika Indonesia menghadapi tekanan politik Belanda.
98. John Lie
John Lie merupakan perwira Angkatan Laut yang berperan dalam perjuangan Republik melalui operasi laut dan pengiriman logistik.
Ia menjalankan berbagai misi berisiko tinggi untuk membantu perjuangan Indonesia pada masa revolusi.
99. Machmud Singgirei Rumagesan
Machmud Singgirei Rumagesan, atau Raja Sekar, merupakan tokoh dari Papua yang memperjuangkan kepentingan rakyat dan integrasi wilayah Papua dengan Indonesia.
Ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 2020.
100. Sultan Mahmud Badaruddin II
Sultan Mahmud Badaruddin II merupakan Sultan Palembang yang memimpin perlawanan terhadap Inggris dan Belanda.
Ia menggunakan strategi politik dan militer untuk mempertahankan Kesultanan Palembang dan menjadi simbol perjuangan masyarakat Sumatra Selatan.
Pahlawan Nasional 2025: 10 nama terbaru
Selain 100 nama di atas, pembaca juga perlu mengetahui 10 Pahlawan Nasional terbaru yang ditetapkan pada 2025. Daftar ini penting karena pencarian “pahlawan nasional terbaru” merupakan salah satu bagian dari search intent yang terus berubah.
1. K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur
Dikenal sebagai ulama, Presiden keempat RI, tokoh demokrasi, pluralisme, dan kemanusiaan.
2. Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto
Presiden kedua RI yang gelarnya pada 2025 diberikan atas jasa yang oleh pemerintah dikaitkan dengan perjuangan dan pembangunan.
3. Marsinah
Aktivis buruh dari Jawa Timur yang dikenang sebagai simbol perjuangan sosial dan kemanusiaan.
4. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja
Ahli hukum dan diplomat yang berperan penting dalam perjuangan konsep negara kepulauan Indonesia.
5. Rahmah El Yunusiyah
Ulama dan pendidik dari Sumatra Barat yang dikenal sebagai pelopor pendidikan Islam bagi perempuan melalui Diniyah Puteri Padang Panjang.
6. Jenderal TNI (Purn.) Sarwo Edhie Wibowo
Tokoh militer yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bersenjata sejak masa revolusi kemerdekaan.
7. Sultan Muhammad Salahuddin
Sultan Bima yang dikenang karena perjuangan di bidang pendidikan, pembangunan, dan diplomasi.
8. Syaikhona Muhammad Kholil
Ulama besar dari Bangkalan, Madura, yang memiliki pengaruh luas terhadap perkembangan pendidikan Islam dan jaringan ulama Nusantara.
9. Tuan Rondahaim Saragih
Tokoh perlawanan dari Simalungun yang dikenang karena perjuangannya melawan kekuatan kolonial.
10. Zainal Abidin Syah
Sultan Tidore dan tokoh yang memiliki peran dalam perjuangan politik serta mempertahankan kedudukan Papua sebagai bagian dari Indonesia.
Pahlawan Nasional tidak selalu berasal dari medan perang
Salah satu hal yang sering keliru dipahami ketika mencari nama-nama pahlawan Indonesia adalah anggapan bahwa pahlawan selalu identik dengan tentara atau pejuang bersenjata.
Sejarah Indonesia menunjukkan hal yang jauh lebih luas.
Ki Hajar Dewantara berjuang melalui pendidikan. Ahmad Dahlan dan Hasyim Asy’ari membangun pendidikan dan organisasi keagamaan. Kartini memperjuangkan pendidikan perempuan melalui gagasan dan tulisan. Djuanda berjuang melalui kebijakan kenegaraan dan diplomasi. Johannes Leimena berkontribusi dalam bidang kesehatan.
Ada pula tokoh seperti Ismail Marzuki yang berjuang melalui musik, Amir Hamzah melalui sastra, Abdul Muis melalui pers dan sastra, serta L.N. Palar melalui diplomasi internasional.
Artinya, kepahlawanan tidak hanya berbentuk pertempuran.
Pahlawan perempuan Indonesia
Dalam daftar Pahlawan Nasional, sejumlah nama perempuan mempunyai kisah perjuangan yang sangat kuat.
Beberapa di antaranya adalah:
- Nyi Ageng Serang
- Andi Depu
- Dewi Sartika
- Cut Nyak Dhien
- Fatmawati
- Kartini
- Cut Nyak Meutia
- Laksamana Malahayati
- Maria Walanda Maramis
- Martha Christina Tiahahu
- Opu Daeng Risadju
- Rasuna Said
- Ruhana Kuddus
- Ratu Kalinyamat
- Marsinah
- Rahmah El Yunusiyah
Data pemerintah dan organisasi yang dikutip media pada 2025 menunjukkan bahwa jumlah Pahlawan Nasional perempuan masih jauh lebih sedikit dibandingkan laki-laki. Dari 206 Pahlawan Nasional sebelum penetapan 10 tokoh baru 2025, terdapat 16 perempuan. Setelah Marsinah dan Rahmah El Yunusiyah masuk pada 2025, jumlah perempuan bertambah menjadi 18 dari total 216 yang umum dirujuk.
Angka tersebut penting bukan hanya sebagai statistik, tetapi juga sebagai pengingat bahwa sejarah Indonesia memiliki banyak pengalaman perjuangan perempuan yang perlu terus diteliti dan didokumentasikan.
Pahlawan nasional dari berbagai daerah
Salah satu kekayaan terbesar dalam daftar Pahlawan Nasional adalah keragaman daerah asalnya.
Aceh
Aceh melahirkan tokoh seperti Cut Nyak Dhien, Cut Nyak Meutia, Teungku Chik di Tiro, dan Sultan Iskandar Muda.
Sumatra Barat
Sumatra Barat memiliki tokoh seperti Agus Salim, Rasuna Said, Bagindo Azizchan, Mohammad Hatta, serta sejumlah ulama dan tokoh pergerakan.
Jawa Barat
Nama-nama seperti Dewi Sartika, Ahmad Sanusi, Otto Iskandardinata, dan Abdul Halim berkaitan dengan sejarah perjuangan Jawa Barat.
Jawa Tengah dan Yogyakarta
Wilayah ini sangat kuat dalam sejarah pergerakan, pendidikan, kerajaan, dan revolusi. Ki Hajar Dewantara, Diponegoro, Kartini, Hamengkubuwono IX, dan sejumlah tokoh lainnya menjadi bagian dari sejarah tersebut.
Jawa Timur
Jawa Timur memiliki banyak tokoh penting, mulai dari Bung Tomo, H.O.S. Tjokroaminoto, Hasyim Asy’ari, Abdul Wahab Hasbullah, hingga tokoh yang ditetapkan pada 2025 seperti Gus Dur dan Marsinah.
Sulawesi
Sulawesi melahirkan tokoh seperti Sultan Hasanuddin, Andi Depu, Andi Abdullah Bau Massepe, Andi Jemma, La Maddukelleng, dan sejumlah tokoh lainnya.
Maluku dan Maluku Utara
Sultan Baabullah, Pattimura, Martha Christina Tiahahu, serta sejumlah tokoh lainnya menunjukkan panjangnya sejarah perlawanan masyarakat Maluku terhadap kekuatan asing.
Papua
Frans Kaisiepo, Johannes Abraham Dimara, Marthen Indey, dan Machmud Singgirei Rumagesan menjadi contoh tokoh yang terkait erat dengan sejarah politik dan perjuangan Papua.
Bagaimana seseorang bisa menjadi Pahlawan Nasional?
Pemberian gelar Pahlawan Nasional bukan sekadar keputusan berdasarkan popularitas seseorang.
UU Nomor 20 Tahun 2009 mengatur gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan. Prosesnya melibatkan pengusulan, penelitian, pengkajian, serta pertimbangan Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan sebelum keputusan akhir ditetapkan Presiden.
Karena itu, gelar Pahlawan Nasional merupakan bentuk pengakuan resmi negara.
Proses tersebut juga menjelaskan mengapa terdapat perbedaan waktu antara kehidupan seorang tokoh dengan penetapan gelar Pahlawan Nasionalnya.
Seseorang dapat meninggal puluhan tahun sebelum akhirnya mendapat pengakuan negara.
Mengapa foto pahlawan penting dalam artikel sejarah?
Foto membuat pembaca lebih mudah menghubungkan nama dengan sosok.
Bagi artikel 100 nama pahlawan Indonesia dan fotonya, foto sebaiknya tidak sekadar menjadi ornamen. Setiap foto idealnya mempunyai:
- nama tokoh;
- keterangan foto;
- sumber;
- tahun jika diketahui;
- kredit fotografer atau lembaga;
- informasi lisensi;
- alt text;
- dan nama file yang SEO-friendly.
Contohnya:
Alt text: Foto Ki Hajar Dewantara Pahlawan Nasional Indonesia
Nama file: ki-hajar-dewantara-pahlawan-nasional.jpg
Namun, jangan mengambil foto secara sembarangan dari Google Images. Hasil Google bukan otomatis berarti gambar tersebut bebas digunakan.
Wikimedia Commons menyediakan kategori Pahlawan Nasional Indonesia dengan banyak subkategori tokoh. Sementara itu, ANRI menyediakan khazanah arsip statis berupa foto, dokumen, naskah, dan rekaman audiovisual. Penggunaan setiap gambar tetap harus mengikuti lisensi dan ketentuan sumbernya.
Fakta menarik tentang Pahlawan Nasional Indonesia
Ada pahlawan dari bidang yang sangat beragam
Daftar Pahlawan Nasional mencakup tentara, ulama, guru, dokter, sastrawan, wartawan, diplomat, politikus, bangsawan, raja, seniman, hingga aktivis buruh.
Gelar Pahlawan Nasional terus bertambah
Pemerintah tidak berhenti menetapkan gelar Pahlawan Nasional setelah kemerdekaan. Pada 2025 saja terdapat 10 tokoh baru.
Gelar diberikan setelah melalui proses pengkajian
Pengusulan calon Pahlawan Nasional dilakukan melalui mekanisme yang melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, tim penelitian dan pengkajian, hingga Dewan Gelar.
Tidak semua pahlawan hidup pada abad ke-20
Beberapa Pahlawan Nasional berasal dari masa jauh sebelum berdirinya Republik Indonesia, seperti Sultan Baabullah dan Sultan Hasanuddin.
Mereka diakui karena perjuangannya melawan kekuatan asing serta jasa yang memiliki makna bagi sejarah bangsa.
Daftar singkat 100 nama Pahlawan Nasional Indonesia
Untuk pembaca yang hanya membutuhkan daftar nama, berikut versi ringkasnya:
- Abdul Chalim
- Abdul Halim Majalengka
- Abdul Haris Nasution
- Abdul Kadir
- Abdul Kahar Mudzakkir
- Abdul Malik Karim Amrullah
- Abdul Muis
- Abdulrachman Saleh
- Abdul Wahab Hasbullah
- Andi Abdullah Bau Massepe
- Abdurrahman Baswedan
- Abdurrahman Wahid
- Achmad Soebardjo
- Adam Malik
- Adnan Kapau Gani
- Nyi Ageng Serang
- Agus Salim
- Agustinus Adisutjipto
- Ahmad Dahlan
- Ahmad Hanafiah
- Ahmad Rifa’i
- Ahmad Sanusi
- Ahmad Yani
- Sultan Aji Muhammad Idris
- Alexander Andries Maramis
- Alimin
- Amir Hamzah
- Andi Depu
- Pangeran Antasari
- Raden Aria Wangsakara
- Arie Frederik Lasut
- Arnold Mononutu
- As’ad Syamsul Arifin
- Sultan Baabullah
- Bagindo Azizchan
- Bataha Santiago
- Basuki Rahmat
- Bernard Wilhelm Lapian
- Teungku Chik di Tiro
- Tjilik Riwut
- Tjipto Mangoenkoesoemo
- H.O.S. Tjokroaminoto
- Ernest Douwes Dekker
- Depati Amir
- Dewi Sartika
- Cut Nyak Dhien
- Pangeran Diponegoro
- Djatikoesoemo
- Donald Izacus Panjaitan
- Eddy Martadinata
- Fakhruddin
- Fatmawati
- Ferdinand Lumban Tobing
- Frans Kaisiepo
- Gatot Mangkupraja
- Gatot Subroto
- Halim Perdanakusuma
- Hamengkubuwono I
- Hamengkubuwono IX
- Harun Bin Said
- Hasan Basry
- Sultan Hasanuddin
- Hasyim Asy’ari
- Hazairin
- Herman Johannes
- Himayatuddin Muhammad Saidi
- Ida Anak Agung Gde Agung
- Ida Dewa Agung Jambe
- Idham Chalid
- Ilyas Ya’kub
- Radin Inten II
- Iskandar Muda
- Ismail Marzuki
- Iswahyudi
- Iwa Kusumasumantri
- Izaak Huru Doko
- Jamin Ginting
- Usman Janatin
- Andi Jemma
- Johannes Abraham Dimara
- Johannes Leimena
- Djuanda Kartawidjaja
- Karel Satsuit Tubun
- Kartini
- Ignatius Joseph Kasimo
- Kasman Singodimedjo
- Katamso Darmokusumo
- I Gusti Ketut Jelantik
- I Gusti Ketut Pudja
- Ki Bagus Hadikusumo
- Ki Hajar Dewantara
- Ki Sarmidi Mangunsarkoro
- Kiras Bangun
- Kusumah Atmaja
- La Maddukelleng
- Lafran Pane
- Lambertus Nicodemus Palar
- John Lie
- Machmud Singgirei Rumagesan
- Mahmud Badaruddin II
Mengenal pahlawan bukan hanya menghafalkan nama untuk menjawab soal sejarah.
Di balik nama Cut Nyak Dhien ada keteguhan. Di balik nama Ki Hajar Dewantara ada perjuangan melalui pendidikan. Di balik nama Djuanda ada diplomasi yang menjaga wilayah Indonesia. Di balik nama Fatmawati ada peran penting dalam sejarah Proklamasi. Di balik nama Johannes Leimena ada pengabdian dalam kesehatan. Dan di balik banyak nama lain terdapat jalan perjuangan yang berbeda-beda.
Itulah sebabnya daftar 100 nama pahlawan Indonesia dan fotonya sebaiknya dipandang sebagai pintu masuk untuk mengenal sejarah yang lebih luas.
Mereka tidak semuanya berjuang dengan cara yang sama.
Namun, ada satu benang merah yang mempertemukan mereka: pengabdian kepada bangsa.
Dan tugas generasi setelahnya bukan sekadar mengingat nama mereka, tetapi memahami perjuangannya dan menjaga nilai yang diwariskan.



