Menu
Aktivis, Pejuang dan Pahlawan

Kartini Masa Kini dalam Aksi Nyata: PKS Satukan Tokoh Perempuan dalam Dialog Kebangsaan

  • Bagikan
Kartini Masa Kini dalam Aksi Nyata: PKS Satukan Tokoh Perempuan dalam Dialog Kebangsaan

Dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026, Partai Keadilan Sejahtera menyelenggarakan kegiatan Sarasehan Tokoh Perempuan dan Dialog Kebangsaan di Jakarta. Acara ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga dimaknai sebagai ruang refleksi kolektif untuk memperkuat posisi dan kontribusi perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai tokoh penting, mulai dari pimpinan partai, perwakilan pemerintah, hingga akademisi dan pemerhati isu perempuan. Dalam forum ini, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf menyampaikan pandangan bahwa peringatan Hari Kartini seharusnya menjadi momentum untuk menggali kembali nilai perjuangan perempuan, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi dalam membangun bangsa yang lebih maju dan berkeadilan.

Selain itu, kehadiran narasumber dari kalangan akademisi seperti Siti Zuhro dan Titi Anggraini turut memperkaya diskusi dengan perspektif kritis terkait posisi perempuan dalam ruang publik dan politik. Diskusi ini menegaskan bahwa perempuan memiliki potensi besar sebagai agen perubahan yang mampu memengaruhi arah kebijakan dan pembangunan nasional.

Ketua DPP PKS Bidang Perempuan dan Keluarga, Eko Yuliarti Siroj, dalam sambutannya menekankan bahwa semangat Hari Kartini harus dimaknai lebih dari sekadar peringatan simbolik. Ia mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk terus menghidupkan nilai-nilai perjuangan Kartini dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis sebagai pilar keluarga sekaligus penentu arah peradaban. Oleh karena itu, perempuan masa kini dituntut tidak hanya menjalankan berbagai peran, tetapi juga terus meningkatkan kualitas diri agar mampu berkontribusi secara maksimal dalam berbagai sektor kehidupan, baik di ranah domestik maupun publik.

Melalui kegiatan sarasehan ini, PKS juga mendorong terciptanya sinergi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, organisasi masyarakat, dan komunitas perempuan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan gagasan serta langkah konkret dalam upaya pemberdayaan perempuan di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial.

Lebih jauh, forum ini juga menegaskan bahwa perjuangan Kartini masih relevan hingga saat ini. Tantangan seperti kesenjangan gender, keterbatasan akses, hingga berbagai persoalan sosial masih menjadi pekerjaan bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif perempuan.

Dengan demikian, peringatan Hari Kartini tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah, tetapi juga menjadi ajakan untuk terus bergerak maju. Perempuan Indonesia diharapkan semakin percaya diri dalam mengambil peran strategis, memperluas kontribusi, serta menjadi kekuatan utama dalam membangun masyarakat yang adil, inklusif, dan berdaya saing di tingkat global.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *