Menu
Aktivis, Pejuang dan Pahlawan

Pesantren dan Santri Jadi Pilar Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

  • Bagikan
Pesantren dan Santri Jadi Pilar Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan bahwa pesantren dan santri memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045. Hal tersebut disampaikan dalam kunjungannya ke Pesantren Al-Mizan.

Menurutnya, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi benteng moral dalam membentuk karakter generasi muda. Di lingkungan pesantren, nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, serta penghormatan terhadap hak perempuan dan anak ditanamkan secara kuat sebagai fondasi kehidupan berbangsa.

Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan berkeadilan. Sinergi ini dinilai penting agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga memperhatikan nilai sosial dan kemanusiaan.

Dalam mendukung hal tersebut, Kementerian PPPA telah menetapkan sejumlah program prioritas, seperti Ruang Bersama Indonesia (RBI), perluasan layanan pengaduan SAPA 129, serta penguatan sistem data perempuan dan anak berbasis desa. Program-program ini diharapkan mampu memperkuat peran pesantren dalam menciptakan lingkungan yang ramah bagi perempuan dan anak.

Selain itu, pesantren juga dinilai memiliki kontribusi penting dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki empati dan kepekaan terhadap persoalan sosial. Santri diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berperan aktif dalam advokasi sosial dan pembangunan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Majalengka turut menegaskan pentingnya sinergi antara ulama dan pemerintah dalam mendorong kemajuan daerah yang tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman. Ia menyebut bahwa penguatan pendidikan berbasis pesantren menjadi kunci dalam menciptakan masyarakat yang religius sekaligus berdaya saing.

Sebagai bentuk apresiasi, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah perempuan inspiratif yang berkontribusi dalam bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan advokasi sosial. Langkah ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi masyarakat, khususnya perempuan, untuk terus berperan aktif dalam pembangunan bangsa.

Pemerintah optimistis bahwa dengan menjadikan pesantren sebagai mitra strategis, pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 dapat berjalan lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Peran santri sebagai generasi penerus diharapkan mampu memperkuat fondasi moral dan sosial bangsa di masa depan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *