Profil Nyai Nafisah Sahal Mahfudh: Tokoh Wanita yang Berpengaruh di Dunia Pesantren | Tokoh Wanita | Nama Nyai Hj Nafisah Sahal Mahfudh dikenal sebagai salah satu tokoh perempuan Nahdlatul Ulama yang memiliki dedikasi besar dalam dunia pendidikan, pesantren, dan organisasi keislaman. Sosok beliau tidak hanya dikenal sebagai istri ulama kharismatik KH MA Sahal Mahfudh, tetapi juga sebagai perempuan cerdas yang aktif membangun pendidikan Islam dan pemberdayaan perempuan di lingkungan pesantren.
Dalam kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode 2022–2027, Nyai Nafisah dipercaya menjadi Mustasyar PBNU. Kepercayaan tersebut memperlihatkan besarnya pengaruh dan kontribusi beliau dalam perjalanan organisasi Nahdlatul Ulama di Indonesia.
Latar Belakang Keluarga Nyai Nafisah Sahal Mahfudh
Nyai Nafisah lahir dari keluarga pesantren ternama di Jombang, Jawa Timur. Beliau merupakan putri pasangan KH Abdul Fattah Hasyim dan Nyai Hj Musyarofah Bisri. Ayah beliau dikenal sebagai pendiri Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Bahrul Ulum Tambakberas, sedangkan sang ibu merupakan pendiri Pondok Pesantren Putri Al-Fathimiyyah Bahrul Ulum.
Cucu Keluarga Ulama Besar NU
Dari garis keluarga, Nyai Nafisah masih memiliki hubungan erat dengan KH Bisri Syansuri, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama. Masa kecil beliau banyak dihabiskan bersama sang nenek, Nyai Hj Chodidjah, istri KH Bisri Syansuri di Denanyar, Jombang. Lingkungan keluarga ulama tersebut membentuk karakter beliau menjadi pribadi yang mencintai ilmu dan pendidikan sejak dini.
Pendidikan dan Perjalanan Menuntut Ilmu
Menempuh Pendidikan di Tambakberas Jombang
Setelah diasuh oleh kakek dan neneknya di Denanyar, Nyai Nafisah kembali ke Tambakberas dan melanjutkan pendidikan di Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Bahrul Ulum. Sejak muda, beliau tumbuh dalam tradisi keluarga yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan pendidikan Islam.
Kuliah di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Pada era ketika perempuan belum banyak mengenyam pendidikan tinggi, Nyai Nafisah berhasil melanjutkan studi ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta yang kini dikenal sebagai UIN Sunan Kalijaga. Keputusan tersebut menunjukkan semangat beliau dalam menuntut ilmu di tengah keterbatasan zaman.
Selama kuliah, beliau sempat belajar langsung kepada sejumlah ulama besar seperti Prof Hasbi Ash-Shiddieqy dan KH Ali Maksum Krapyak. Pengalaman tersebut semakin memperkuat wawasan keilmuan dan karakter intelektual beliau sebagai perempuan pesantren.
Pernikahan dengan KH MA Sahal Mahfudh
Nyai Nafisah menikah dengan KH Mohammad Ahmad Sahal Mahfudh atau KH MA Sahal Mahfudh, ulama besar NU yang pernah menjabat sebagai Rais Aam PBNU periode 1999–2014 dan Ketua Umum MUI. Rumah tangga keduanya dikenal harmonis dan penuh semangat perjuangan dalam bidang pendidikan serta dakwah Islam.
Pasangan yang Saling Mendukung
Dalam berbagai kisah keluarga pesantren, KH Sahal Mahfudh dikenal sebagai sosok yang memberikan dukungan penuh kepada Nyai Nafisah untuk menyelesaikan pendidikan hingga tuntas. Keduanya kemudian menjadi pasangan ulama yang aktif membangun pendidikan pesantren dan membimbing masyarakat.
Kiprah Nyai Nafisah Sahal Mahfudh
Berperan di Dunia Pendidikan
Nyai Nafisah memiliki kontribusi besar dalam pengembangan pendidikan Islam, khususnya pendidikan perempuan di lingkungan pesantren. Beliau dikenal sebagai pendiri Pesantren Putri Al-Badi’iyyah serta Lembaga Pendidikan Terpadu Sekolah An-Nismah. Selain itu, beliau juga aktif mengajar di Perguruan Islam Mathali’ul Falah.
Beliau juga menggagas Himpunan Siswa Mathali’ul Falah Putri (Hismawati) sebagai wadah pengembangan santri perempuan agar lebih aktif dalam pendidikan dan organisasi.
Aktif di Organisasi Muslimat NU
Di lingkungan organisasi Nahdlatul Ulama, Nyai Nafisah pernah menjabat sebagai Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Pati dan Ketua PW Muslimat NU Jawa Tengah. Kiprah beliau dalam organisasi perempuan NU menjadikannya salah satu figur penting dalam pemberdayaan perempuan pesantren di Indonesia.
Menjadi Mustasyar PBNU
Pada kepengurusan PBNU masa khidmah 2022–2027, Nyai Nafisah kembali dipercaya menjadi Mustasyar PBNU bersama sejumlah tokoh perempuan NU lainnya seperti Nyai Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid. Posisi tersebut menjadi bukti penghormatan besar NU terhadap pengalaman, keilmuan, dan pengabdian beliau.
Keteladanan Nyai Nafisah Sahal Mahfudh
Sosok Sederhana dan Cinta Ilmu
Banyak santri dan keluarga mengenang Nyai Nafisah sebagai pribadi sederhana yang sangat mencintai ilmu pengetahuan. Meski berasal dari keluarga besar ulama dan aktif di organisasi nasional, beliau tetap dikenal rendah hati dan dekat dengan masyarakat.
Inspirasi Perempuan Pesantren
Perjalanan hidup Nyai Nafisah menjadi inspirasi bahwa perempuan pesantren mampu berkontribusi besar dalam pendidikan, organisasi, dan kehidupan sosial. Keteguhan beliau dalam belajar, mendidik, dan mengabdi menjadikan namanya dihormati di kalangan Nahdliyin dan masyarakat luas.
Wafatnya Nyai Nafisah Sahal Mahfudh
Pada 10 November 2022, kabar duka datang dari keluarga besar Nahdlatul Ulama. Nyai Nafisah Sahal Mahfudh wafat setelah menjalani perawatan kesehatan. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, santri, dan warga NU di berbagai daerah.
Berbagai tokoh NU mengenang beliau sebagai perempuan pejuang yang memiliki pengabdian luar biasa dalam membangun pesantren, mendidik santri, dan memperjuangkan kemajuan perempuan di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Warisan Perjuangan Nyai Nafisah Sahal Mahfudh
Nyai Nafisah Sahal Mahfudh meninggalkan warisan penting dalam dunia pendidikan Islam dan organisasi perempuan NU. Dedikasi beliau dalam mendidik generasi muda, memperkuat pendidikan santri perempuan, dan membangun tradisi keilmuan pesantren menjadi teladan yang terus dikenang hingga kini.
Sosok beliau membuktikan bahwa perempuan pesantren mampu menjadi pemimpin, pendidik, sekaligus penggerak perubahan sosial dengan tetap menjaga nilai-nilai kesederhanaan dan akhlak mulia.




