Profil Nyai Hj Djamilah Hamid Baidlowi: Tokoh Wanita dari Pesantren Lasem | Tokoh Wanita | Nama Nyai Hj Djamilah Hamid Baidlowi dikenal luas di kalangan masyarakat pesantren, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama. Beliau merupakan sosok perempuan kharismatik yang memiliki peran besar dalam kehidupan keluarga pesantren dan pendidikan Islam di Lasem, Jawa Tengah.
Selain dikenal sebagai istri ulama kharismatik KH Hamid Baidlowi, Nyai Djamilah juga merupakan ibunda dari Ning Hj Jazilah Al Kautsar atau yang akrab disapa Ning Jazil, figur perempuan muda pesantren yang populer di media sosial dan lingkungan dakwah. Sosok Nyai Djamilah dikenal lembut, dermawan, serta memiliki keteguhan spiritual yang kuat.
Latar Belakang Keluarga Nyai Hj Djamilah Hamid Baidlowi
Nyai Hj Djamilah berasal dari keluarga pesantren yang memiliki tradisi keilmuan Islam kuat. Beliau menikah dengan KH Abdul Hamid Baidlowi atau KH Hamid Baidlowi, ulama kharismatik asal Lasem yang dikenal luas di kalangan Nahdliyin. Dari pernikahan tersebut lahir putra-putri yang kemudian aktif dalam dunia dakwah dan pesantren.
Ibunda Ning Jazil Ploso
Nama Nyai Djamilah semakin dikenal publik karena merupakan ibu dari Ning Jazilah Annahdliyah atau Ning Jazil, istri dari KH Muhammad Abdurrahman Al Kautsar (Gus Kautsar) Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri.
Ning Jazil sendiri dikenal sebagai sosok perempuan inspiratif yang aktif berdakwah melalui media sosial dengan gaya penyampaian yang dekat dengan generasi muda. Perjalanan dakwah Ning Jazil tidak lepas dari pendidikan dan keteladanan yang diberikan oleh Nyai Djamilah sejak kecil.
Keturunan Ulama Besar
Keluarga besar Nyai Djamilah dan KH Hamid Baidlowi memiliki hubungan erat dengan jaringan ulama besar Nusantara. Dalam beberapa catatan biografi keluarga pesantren, garis keturunan keluarga ini tersambung dengan tokoh-tokoh penting dalam sejarah Islam Jawa dan Nahdlatul Ulama.
Kiprah Nyai Djamilah di Lingkungan Pesantren
Mengasuh Pondok Pesantren Al Wahdah Lasem
Nyai Hj Djamilah dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al Wahdah Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Dalam kesehariannya, beliau aktif mendampingi aktivitas pendidikan pesantren dan pembinaan santri.
Sebagai ibu nyai, beliau dikenal sederhana namun sangat dihormati oleh masyarakat sekitar. Banyak santri dan tamu yang mengenang keramahan serta sikap beliau yang selalu memuliakan tamu.
Sosok yang Gemar Bersedekah
Kesaksian dari para kerabat dan tokoh pesantren menyebutkan bahwa Nyai Djamilah merupakan pribadi yang sangat dermawan. Banyak orang mengenang beliau sebagai sosok yang tidak pernah membiarkan tamu pulang dengan tangan kosong.
Sifat tersebut menjadikan beliau dicintai banyak kalangan, baik santri, masyarakat umum, maupun tokoh-tokoh pesantren di berbagai daerah.
Kehidupan Keluarga dan Keteladanan
Mendidik Anak dengan Nilai Pesantren
Dalam kehidupan keluarga, Nyai Djamilah dikenal berhasil menanamkan nilai kesederhanaan, adab, dan kecintaan terhadap ilmu agama kepada anak-anaknya. Keteladanan tersebut terlihat dari perjalanan dakwah Ning Jazil yang kini menjadi salah satu figur perempuan pesantren yang berpengaruh di media sosial.
Banyak pengikut Ning Jazil menilai bahwa kelembutan tutur kata dan cara berdakwah beliau tidak terlepas dari pendidikan keluarga yang kuat, khususnya dari sosok sang ibu.
Dekat dengan Masyarakat
Nyai Djamilah juga dikenal dekat dengan masyarakat sekitar pesantren. Beliau sering menerima tamu, memberikan nasihat, dan membantu masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial. Sikap rendah hati inilah yang membuat nama beliau sangat dihormati di lingkungan pesantren Lasem dan sekitarnya.
Wafatnya Nyai Hj Djamilah Hamid Baidlowi
Pada 7 Mei 2025, kabar duka datang dari keluarga besar Pondok Pesantren Al-Falah Ploso dan pesantren Lasem. Nyai Hj Djamilah Hamid Baidlowi wafat setelah menjalani perawatan di RS DKT Slamet Riyadi Solo selama kurang lebih satu bulan.
Dimakamkan di Kompleks Masjid Jami Lasem
Jenazah almarhumah dimakamkan di Maqbarah Kompleks Masjid Jami Lasem, Jawa Tengah, pada 8 Mei 2025. Prosesi pemakaman dihadiri ribuan pelayat dari berbagai daerah, termasuk para ulama, santri, tokoh masyarakat, dan pejabat daerah.
Kehadiran ribuan pelayat menunjukkan betapa besar pengaruh dan kecintaan masyarakat kepada sosok Nyai Djamilah.
Warisan Keteladanan Nyai Hj Djamilah
Nyai Hj Djamilah Hamid Baidlowi meninggalkan teladan penting tentang kesederhanaan, ketulusan melayani umat, dan kekuatan perempuan pesantren dalam mendidik generasi penerus. Sosok beliau tidak hanya dikenang sebagai ibu dari Ning Jazil, tetapi juga sebagai perempuan pesantren yang memiliki pengaruh besar dalam membangun lingkungan keluarga Islami dan pendidikan berbasis akhlak.
Keteladanan beliau dalam memuliakan tamu, menjaga silaturahmi, serta mendidik anak dengan nilai agama menjadi inspirasi bagi banyak perempuan Muslim di Indonesia.



